^Jasa Pembuatan | Pengurusan Api Khusus Importir

JASA MENGURUS API

JASA PEMBUATAN API IMPOR SAAT INI

JASA MENGURUS API IZIN IMPOR

JASA BIKIN API IMPOR BARANG

Perusahaan yang ingin mengimpor barang untuk keperluan usahanya wajib memiliki Angka Pengenal Importir (“API”). Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No.45/M-DAG/9/PER/2009, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan No.17/M-DAG/PER/3/2010 (“Peraturan No. 45”), rezim API sekarang dibagi menjadi dua jenis, API-U dan API-P:
API Umum (Angka Pengenal Importir Umum atau API-U) diberikan kepada importir yang mengimpor barang untuk keperluan kegiatan usahanya dalam memperdagangkan atau memindahtangankan barang kepada pihak lain. API-U diterbitkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi terkait; dan


API Produsen (Angka Pengenal Importir Produsen atau API-P) diterbitkan kepada importir yang mengimpor barang untuk digunakan sendiri oleh produsen sebagai bahan baku, bahan penolong, dan/atau penunjang produksi. Barang impor tersebut tidak boleh diperjualbelikan atau dialihkan kepada pihak lain. Untuk perusahaan penanaman modal (perusahaan PMA dan PMDN), API-P diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dapat mendelegasikan. Untuk badan usaha atau kontraktor di bidang energi, minyak dan gas bumi, mineral dan sumber daya alam lainnya, berdasarkan perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Indonesia diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan. Dalam keadaan lain selain yang diuraikan di atas, dikeluarkan oleh kepala dinas perdagangan provinsi.
Ketentuan peralihan Peraturan No. 45 mewajibkan pemegang API-U, API-P, APIT, APIT yang lama yang setara dengan APIU, APIT-U atau API-K yang belum habis masa berlakunya untuk mengajukan permohonan yang bersangkutan izin baru paling lambat 28 Februari 2011 (sebagaimana diperpanjang oleh Surat Edaran Kementerian Perdagangan 41/M-DAG/SD/1/2011).

Importir mungkin hanya memiliki salah satu dari dua jenis API ini tetapi ada beberapa ketentuan bagi produsen untuk mengimpor barang jadi (hal. 3, sidebar). API berlaku di seluruh wilayah Indonesia, termasuk untuk kantor cabang yang melakukan jenis kegiatan yang sama. API tersebut berlaku selama importir melakukan kegiatannya. Namun, importir harus mendaftarkan ulang API-nya ke lembaga penerbit setiap lima tahun sejak tanggal diterbitkan. Peraturan No. 45 memberikan daftar keadaan di mana API tidak akan diperlukan tetapi persetujuan sebelumnya dari Direktur Impor di Kementerian Perdagangan akan diperlukan dalam banyak kasus. Kewajiban pelaporan triwulanan berlaku dan berbagai perubahan perusahaan harus dilaporkan (seperti perubahan nama pemegang lisensi, alamat, dewan direksi, dll.). Kegagalan untuk mematuhi dapat melihat lisensi dibekukan dan kegagalan berulang untuk mematuhi dapat membuatnya dicabut. Berikut ini mungkin alasan pencabutan API:
lisensi dibekukan dua kali;


lisensi tidak didaftarkan ulang bila diperlukan, dalam waktu 30 hari setelah pembekuan;
persyaratan pelaporan tidak dipenuhi, dalam waktu 30 hari setelah pembekuan;
informasi yang salah diberikan dalam aplikasi
importir tidak bertanggung jawab atas barang impor tersebut;
importir melanggar peraturan perundang-undangan di bidang impor yang berlaku;
penyalahgunaan dokumen impor;
terbukti bersalah melakukan tindak pidana terkait penggunaan API dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap tidak dapat diajukan banding.
2 tahun setelah pencabutan, pemegang izin dapat mengajukan permohonan kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s